Teken MoU, Kemenekraf Janjikan Banyak Kolaborasi Ekonomi Kreatif dengan Kadin di 2026

Media Nganjuk

Teken MoU, Kemenekraf Janjikan Banyak Kolaborasi Ekonomi Kreatif dengan Kadin di 2026

JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif Indonesia melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia). Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam upaya sinergis antara pemerintah dan pelaku usaha untuk memajukan industri kreatif, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Teuku Riefky Harsya, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Kadin Indonesia atas perhatian dan keseriusan dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif di Tanah Air. Menurutnya, kolaborasi antara Kemenparekraf dan Kadin Indonesia akan membuka peluang yang luas bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang dan berinovasi.

"Kami sangat mengapresiasi Kadin Indonesia atas inisiatif dan komitmennya dalam memajukan sektor ekonomi kreatif. Penandatanganan MoU ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan industri kreatif," ujar Menparekraf Teuku Riefky Harsya dalam acara penandatanganan MoU yang berlangsung di Park Hyatt Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Minggu (30/11/2025).

Menparekraf Teuku Riefky Harsya menekankan bahwa Kemenparekraf memiliki visi yang jelas dalam mengembangkan ekonomi kreatif Indonesia, yaitu melalui pendekatan ekosistem kreatif 5.0. Pendekatan ini menekankan pada keselarasan tiga unsur penting, yaitu:

  1. Inovasi dan Kreativitas: Mendorong para pelaku ekonomi kreatif untuk terus berinovasi dan menciptakan produk serta layanan yang unik dan bernilai tambah.
  2. Teknologi: Memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan jangkauan pasar bagi para pelaku ekonomi kreatif.
  3. Kolaborasi: Membangun jaringan yang kuat antara para pelaku ekonomi kreatif, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem yang saling mendukung dan menguntungkan.

MoU antara Kemenparekraf dan Kadin Indonesia mencakup berbagai bidang kerja sama strategis, termasuk:

  • Pengembangan Peluang Industri Kreatif: Mengidentifikasi dan mengembangkan potensi ekonomi kreatif di berbagai subsektor, seperti seni pertunjukan, musik, film, animasi, desain, fesyen, kuliner, kriya, dan lain-lain.
  • Penguatan Jejaring Dunia Usaha: Memfasilitasi pertemuan bisnis, forum investasi, dan pameran untuk mempertemukan para pelaku ekonomi kreatif dengan investor, mitra bisnis, dan konsumen potensial.
  • Dorongan Hilirisasi Nilai Tambah: Mendukung para pelaku ekonomi kreatif untuk meningkatkan nilai tambah produk dan layanan mereka melalui proses hilirisasi, seperti pengolahan bahan baku lokal, pengembangan merek, dan pemasaran yang efektif.
  • Kolaborasi Konkret: Melaksanakan program-program pelatihan, pendampingan, dan inkubasi untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pelaku ekonomi kreatif.

Menparekraf Teuku Riefky Harsya optimis bahwa kolaborasi antara Kemenparekraf dan Kadin Indonesia akan memberikan manfaat langsung bagi para pelaku usaha dan pertumbuhan ekonomi nasional. Ia juga mengajak seluruh pihak terkait untuk bersama-sama mendukung pengembangan ekonomi kreatif Indonesia agar dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

"Kami berharap bahwa MoU ini dapat menjadi landasan yang kuat untuk kerja sama yang lebih erat antara Kemenparekraf dan Kadin Indonesia dalam memajukan sektor ekonomi kreatif. Mari kita bersama-sama menciptakan ekosistem yang kondusif bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang dan berinovasi, sehingga dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," pungkas Menparekraf Teuku Riefky Harsya.

Sementara itu, perwakilan dari Kadin Indonesia menyambut baik penandatanganan MoU dengan Kemenparekraf. Mereka menyatakan bahwa Kadin Indonesia berkomitmen untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif Indonesia melalui berbagai program dan inisiatif.

"Kadin Indonesia melihat sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Kami akan terus berupaya untuk memfasilitasi para pelaku ekonomi kreatif agar dapat berkembang dan berdaya saing di pasar global," ujar perwakilan Kadin Indonesia.

Kadin Indonesia juga akan berperan aktif dalam menjembatani para pelaku ekonomi kreatif dengan sumber-sumber pembiayaan, teknologi, dan pasar. Selain itu, Kadin Indonesia juga akan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor ekonomi kreatif melalui program-program pelatihan dan pendidikan.

"Kami percaya bahwa dengan kerja sama yang erat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, kita dapat mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat ekonomi kreatif dunia," pungkas perwakilan Kadin Indonesia.

Penandatanganan MoU antara Kemenparekraf dan Kadin Indonesia ini diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam pengembangan ekonomi kreatif Indonesia. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha, diharapkan sektor ekonomi kreatif dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Fokus Kolaborasi di Tahun 2026

Menjelang tahun 2026, Kemenparekraf dan Kadin Indonesia telah merencanakan serangkaian program dan kegiatan kolaborasi yang akan fokus pada beberapa area utama, antara lain:

  • Pengembangan Destinasi Kreatif: Mengembangkan destinasi wisata yang berbasis pada ekonomi kreatif, seperti desa wisata kreatif, kota kreatif, dan kawasan ekonomi kreatif.
  • Peningkatan Kapasitas Pelaku Ekonomi Kreatif: Menyelenggarakan program-program pelatihan, pendampingan, dan inkubasi untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pelaku ekonomi kreatif di berbagai subsektor.
  • Promosi dan Pemasaran Produk Kreatif: Memfasilitasi promosi dan pemasaran produk kreatif Indonesia di pasar domestik dan internasional melalui pameran, festival, dan platform digital.
  • Peningkatan Akses Pembiayaan: Mempermudah akses pembiayaan bagi para pelaku ekonomi kreatif melalui program-program kemitraan dengan lembaga keuangan dan investor.
  • Pengembangan Ekosistem Digital: Membangun ekosistem digital yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi kreatif, termasuk platform e-commerce, marketplace, dan aplikasi mobile.

Dengan fokus pada area-area tersebut, Kemenparekraf dan Kadin Indonesia berharap dapat menciptakan dampak yang signifikan bagi pengembangan ekonomi kreatif Indonesia di tahun 2026 dan seterusnya. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang, berinovasi, dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Ekosistem Kreatif 5.0: Landasan Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia

Ekosistem Kreatif 5.0 merupakan pendekatan yang dikembangkan oleh Kemenparekraf untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Pendekatan ini menekankan pada keselarasan tiga unsur penting, yaitu inovasi dan kreativitas, teknologi, dan kolaborasi.

  • Inovasi dan Kreativitas: Mendorong para pelaku ekonomi kreatif untuk terus berinovasi dan menciptakan produk serta layanan yang unik dan bernilai tambah. Hal ini dapat dilakukan melalui program-program riset dan pengembangan, pelatihan desain, dan dukungan untuk pengembangan kekayaan intelektual.
  • Teknologi: Memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan jangkauan pasar bagi para pelaku ekonomi kreatif. Hal ini dapat dilakukan melalui pengembangan platform e-commerce, pelatihan digital marketing, dan dukungan untuk adopsi teknologi baru.
  • Kolaborasi: Membangun jaringan yang kuat antara para pelaku ekonomi kreatif, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem yang saling mendukung dan menguntungkan. Hal ini dapat dilakukan melalui penyelenggaraan forum bisnis, pameran, dan program-program kemitraan.

Dengan menerapkan pendekatan Ekosistem Kreatif 5.0, Kemenparekraf berharap dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong para pelaku ekonomi kreatif untuk berinovasi, memanfaatkan teknologi, dan berkolaborasi untuk menciptakan produk dan layanan yang berkualitas dan berdaya saing global.

Penandatanganan MoU antara Kemenparekraf dan Kadin Indonesia merupakan langkah penting dalam mewujudkan visi Ekosistem Kreatif 5.0. Dengan kerja sama yang erat antara pemerintah dan dunia usaha, diharapkan sektor ekonomi kreatif Indonesia dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Teken MoU, Kemenekraf Janjikan Banyak Kolaborasi Ekonomi Kreatif dengan Kadin di 2026

Popular Post

Biodata

Profil Biodata Bidan Rita yang Viral Lengkap dengan Fakta Menariknya – Lagi Trending

MediaNganjuk.com – Jagat maya kembali dihebohkan dengan kemunculan sosok yang dikenal sebagai Bidan Rita. Dalam waktu singkat, namanya menjadi perbincangan ...

Berita

ICONPLAY Menyatu dengan Gaya Hidup Digital Indonesia

Di era digital yang serba cepat ini, hiburan telah bertransformasi dari sekadar pengisi waktu luang menjadi bagian integral dari gaya ...

Ekonomi

Nama Kamu Termasuk Penerima BLT Kesra Rp900.000 Oktober 2025? Cek di Sini Link dan Kriteria Penerima.

Media Nganjuk – Feby Novalius, Jurnalis-Selasa, 21 Oktober 2025 | 20:02 WIB Peningkatan Kesejahteraan Rakyat Melalui BLT Kesra: Penjelasan Lengkap ...

Ekonomi

Ini Batas Waktu Pencairan BLT Kesra Rp900.000 untuk Penerima Bansos 2025

JAKARTA – Pemerintah telah menetapkan batas waktu pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) sebesar Rp900.000 bagi penerima bantuan ...

Biodata

Profil Biodata Bu Guru Salsa Lengkap: Umur, Asal, dan Nama Suami – Kisah Inspiratif yang Sedang Trending

Profil Biodata Bu Guru Salsa Lengkap, Umur, Asal dan Nama Suami Hidup seringkali menghadirkan tantangan tak terduga yang menguji kekuatan ...

Berita

Saham DADA Berpeluang Tembus Rp230.000, Didorong Kabar Mega Akuisisi Vanguard

Saham PT Dada Indonesia Tbk (DADA) tengah menjadi primadona di pasar modal Indonesia, memicu spekulasi dan harapan baru di kalangan ...

Leave a Comment