Kisah ini, yang berasal dari Abu Hurairah, seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai periwayat hadis terbanyak, mengungkap sebuah peristiwa luar biasa. Abu Hurairah, yang memiliki kedekatan khusus dengan Rasulullah SAW, pernah mengalami kejadian di mana ia berinteraksi langsung dengan setan yang mengajarkannya amalan sebelum tidur. Kisah ini, yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari, memberikan wawasan yang mendalam tentang dunia spiritual, godaan setan, dan kebijaksanaan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Abu Hurairah, yang nama aslinya adalah Abdurrahman bin Shakhr Ad-Dausi, adalah seorang sahabat yang sangat mencintai ilmu dan memiliki daya ingat yang luar biasa. Ia memeluk Islam pada tahun ke-7 Hijriyah dan menghabiskan sebagian besar waktunya bersama Nabi Muhammad SAW, mempelajari Al-Quran dan hadis. Karena kedekatannya dengan Nabi, Abu Hurairah meriwayatkan lebih dari 5.000 hadis, menjadikannya sumber utama pengetahuan tentang ajaran Islam.
Kisah ini dimulai ketika Abu Hurairah ditugaskan oleh Rasulullah SAW untuk menjaga harta zakat Ramadan. Zakat Ramadan adalah sedekah wajib yang diberikan oleh umat Muslim yang mampu kepada mereka yang membutuhkan pada bulan Ramadan. Harta zakat ini biasanya berupa makanan pokok seperti kurma, gandum, dan beras. Tugas Abu Hurairah adalah memastikan bahwa harta zakat ini aman dan tidak dicuri.
Also Read
Suatu malam, ketika Abu Hurairah sedang berjaga, seseorang datang dan mencoba mengambil makanan dari harta zakat. Abu Hurairah segera menangkap orang tersebut dan berkata, "Aku akan mengadukanmu kepada Rasulullah SAW."
Orang itu memohon, "Lepaskan aku, aku sangat membutuhkan makanan ini untuk keluargaku. Aku memiliki keluarga yang kelaparan dan aku tidak punya apa-apa untuk memberi mereka makan."
Abu Hurairah, yang memiliki hati yang lembut dan penuh kasih sayang, merasa iba terhadap orang tersebut. Ia berpikir tentang kesulitan yang mungkin dialami oleh keluarga orang tersebut dan memutuskan untuk melepaskannya.
Keesokan harinya, ketika Abu Hurairah bertemu dengan Rasulullah SAW, Nabi bertanya kepadanya, "Wahai Abu Hurairah, apa yang terjadi dengan tawananmu semalam?"
Abu Hurairah menjawab, "Wahai Rasulullah, dia mengeluh tentang kebutuhannya yang mendesak dan keluarganya yang kelaparan. Aku merasa kasihan padanya dan melepaskannya."
Rasulullah SAW bersabda, "Dia berbohong kepadamu. Dia akan kembali lagi."
Abu Hurairah terkejut mendengar perkataan Rasulullah SAW. Ia tahu bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah berbohong dan bahwa apa yang beliau katakan pasti benar. Ia memutuskan untuk berjaga-jaga lagi malam itu dan mengawasi harta zakat dengan lebih ketat.
Benar saja, pada malam berikutnya, orang yang sama datang lagi dan mencoba mengambil makanan. Abu Hurairah segera menangkapnya lagi dan berkata, "Aku sudah tahu bahwa engkau akan kembali. Rasulullah SAW telah memberitahuku bahwa engkau berbohong."
Orang itu memohon lagi, "Lepaskan aku, aku sangat membutuhkan makanan ini. Aku berjanji tidak akan kembali lagi."
Abu Hurairah menolak untuk melepaskannya kali ini. Ia berkata, "Aku tidak akan melepaskanmu sampai aku membawamu kepada Rasulullah SAW."
Namun, sebelum Abu Hurairah dapat membawa orang itu kepada Rasulullah SAW, orang itu berkata, "Jika engkau melepaskanku, aku akan memberitahumu sebuah amalan yang jika engkau membacanya sebelum tidur, engkau akan dilindungi oleh Allah dari setan sampai pagi."
Abu Hurairah tertarik dengan tawaran itu. Ia selalu mencari cara untuk meningkatkan ibadahnya dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia bertanya kepada orang itu, "Apa amalan itu?"
Orang itu menjawab, "Bacalah Ayat Kursi."
Ayat Kursi adalah ayat ke-255 dari Surah Al-Baqarah dalam Al-Quran. Ayat ini dianggap sebagai ayat yang paling agung dalam Al-Quran karena mengandung nama-nama dan sifat-sifat Allah yang paling mulia. Ayat Kursi sering dibaca oleh umat Muslim untuk memohon perlindungan dari Allah SWT.
Setelah mendengar tawaran itu, Abu Hurairah melepaskan orang tersebut. Keesokan harinya, ia menceritakan kejadian itu kepada Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW bertanya, "Apa yang dilakukan tawananmu semalam?"
Abu Hurairah menceritakan semua yang terjadi, termasuk tawaran orang itu untuk memberitahunya amalan sebelum tidur.
Rasulullah SAW bersabda, "Dia telah berkata benar kepadamu, meskipun dia adalah seorang pendusta. Tahukah engkau siapa orang yang berbicara kepadamu selama tiga malam itu, wahai Abu Hurairah?"
Abu Hurairah menjawab, "Tidak, wahai Rasulullah."
Rasulullah SAW bersabda, "Dia adalah setan."
Abu Hurairah terkejut mendengar bahwa ia telah berbicara dengan setan. Ia bertanya-tanya mengapa setan mau memberitahunya amalan yang baik.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa setan melakukan itu untuk menipu Abu Hurairah. Setan berharap bahwa dengan memberitahunya amalan yang baik, Abu Hurairah akan merasa aman dan tidak lagi waspada terhadap godaan setan. Setan juga berharap bahwa Abu Hurairah akan menjadi sombong dan merasa lebih baik dari orang lain karena mengetahui amalan tersebut.
Kisah ini memberikan beberapa pelajaran penting bagi umat Muslim. Pertama, kita harus selalu waspada terhadap godaan setan. Setan adalah musuh yang nyata bagi manusia dan selalu berusaha untuk menyesatkan kita dari jalan yang benar. Kedua, kita tidak boleh tertipu oleh penampilan luar. Setan dapat menyamar sebagai orang yang baik dan jujur untuk menipu kita. Ketiga, kita harus selalu mencari ilmu dan meningkatkan ibadah kita. Dengan memiliki ilmu dan iman yang kuat, kita akan lebih mudah untuk mengenali dan melawan godaan setan. Keempat, kita harus selalu bersikap rendah hati dan tidak sombong. Kesombongan adalah salah satu sifat yang paling dibenci oleh Allah SWT dan dapat membawa kita kepada kehancuran.
Kisah Abu Hurairah yang diajari setan amalan sebelum tidur adalah pengingat yang kuat bagi kita semua untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap godaan setan. Kita harus selalu berusaha untuk meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT agar kita dapat terlindungi dari tipu daya setan. Selain itu, kita juga harus selalu bersikap rendah hati dan tidak sombong agar kita tidak terjerumus ke dalam kesesatan.
Kisah ini juga mengajarkan kita tentang pentingnya membaca Ayat Kursi sebelum tidur. Ayat Kursi adalah ayat yang sangat agung dan memiliki banyak keutamaan. Dengan membaca Ayat Kursi sebelum tidur, kita memohon perlindungan dari Allah SWT dari segala macam kejahatan, termasuk gangguan setan.
Sebagai penutup, kisah Abu Hurairah dan setan ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua. Marilah kita mengambil hikmah dari kisah ini dan berusaha untuk menjadi Muslim yang lebih baik. Semoga Allah SWT selalu melindungi kita dari godaan setan dan memberikan kita kekuatan untuk selalu berada di jalan yang benar. Amin.











