Anggota Komisi VII DPR, Yoyok Riyo Sudibyo, menyambut baik instruksi Presiden Prabowo Subianto yang mendorong para menteri untuk menggunakan Maung Pindad sebagai kendaraan dinas resmi mereka. Langkah ini dipandang sebagai wujud nyata dukungan terhadap industri dalam negeri dan upaya untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar domestik.
Yoyok Riyo Sudibyo menyatakan bahwa instruksi Presiden Prabowo merupakan langkah yang patut diapresiasi. Menurutnya, tindakan ini bukan sekadar simbolisme, melainkan implementasi nyata dari keberpihakan pemerintah terhadap produk-produk yang dihasilkan oleh industri nasional. Ia menekankan pentingnya mendorong perkembangan industri lokal agar mampu bersaing dengan produk impor dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian negara.
"Langkah Prabowo mempromosikan Maung Pindad perlu diapresiasi. Ini contoh nyata keberpihakan terhadap produk dalam negeri, bukan sekadar slogan. Kita perlu mendorong industri lokal," tegas Yoyok, Selasa (28/10/2025).
Also Read
Yoyok juga menyampaikan persetujuannya terhadap penggunaan Maung Pindad sebagai kendaraan dinas, asalkan tidak memberatkan anggaran negara dan proses pengadaannya dilakukan secara transparan. Ia meyakini bahwa penggunaan kendaraan lokal oleh para pejabat negara akan memberikan contoh positif kepada masyarakat luas untuk lebih mencintai dan menggunakan produk dalam negeri.
"Kalau menteri-menteri diminta pakai Maung, saya dukung penuh. Asal anggarannya tersedia dan prosesnya terbuka. Justru bagus kalau pejabat memberi contoh nyata dalam mencintai produk dalam negeri," ujarnya.
Lebih lanjut, Yoyok mengingatkan agar promosi Maung Pindad tidak hanya sebatas seremonial belaka, tetapi harus diiringi dengan dukungan konkret yang berkelanjutan. Ia mencontohkan pengalaman proyek mobil Esemka yang sempat populer, namun akhirnya gagal berkembang karena kurangnya dukungan dan keberlanjutan.
"Asal kita jangan terjebak euforia seperti Esemka dulu. Ramai dibicarakan, tapi akhirnya zonk. Maung Pindad harus dijaga agar tidak bernasib sama, harus diproduksi massal, dipakai luas, dan punya pasar yang jelas," tegas Yoyok.
Pernyataan Yoyok ini mencerminkan harapan banyak pihak agar pemerintah tidak hanya memberikan dukungan simbolis terhadap produk lokal, tetapi juga memberikan dukungan nyata dalam hal permodalan, teknologi, pemasaran, dan regulasi yang kondusif. Dukungan yang komprehensif akan membantu industri lokal untuk berkembang, meningkatkan kualitas produk, dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Maung Pindad sendiri merupakan kendaraan taktis ringan (rantis) yang diproduksi oleh PT Pindad (Persero), perusahaan industri pertahanan milik negara. Kendaraan ini dirancang untuk mendukung operasi militer dan keamanan, namun juga memiliki potensi untuk digunakan dalam berbagai aplikasi sipil, seperti patroli keamanan, penanggulangan bencana, dan kegiatan off-road.
Instruksi Presiden Prabowo untuk menggunakan Maung Pindad sebagai kendaraan dinas merupakan langkah strategis untuk meningkatkan citra dan popularitas kendaraan ini di mata masyarakat. Dengan digunakan oleh para menteri, Maung Pindad akan semakin dikenal dan diakui sebagai produk berkualitas yang mampu bersaing dengan kendaraan impor.
Selain itu, instruksi ini juga dapat menjadi momentum bagi PT Pindad untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produknya. Dengan adanya permintaan yang stabil dari pemerintah, PT Pindad dapat berinvestasi dalam pengembangan teknologi, peningkatan keterampilan tenaga kerja, dan modernisasi fasilitas produksi.
Namun demikian, beberapa kalangan juga memberikan catatan kritis terhadap instruksi Presiden Prabowo. Mereka mempertanyakan apakah Maung Pindad benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan standar kendaraan dinas yang ideal. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara lain kenyamanan, keamanan, efisiensi bahan bakar, dan ketersediaan suku cadang.
Selain itu, ada juga kekhawatiran bahwa instruksi ini dapat menimbulkan kesan eksklusivitas dan diskriminasi terhadap produk-produk lain yang juga dihasilkan oleh industri dalam negeri. Pemerintah perlu memastikan bahwa kebijakan ini tidak menghambat perkembangan industri otomotif nasional secara keseluruhan.
Untuk menjawab kekhawatiran tersebut, pemerintah perlu melakukan evaluasi yang komprehensif terhadap Maung Pindad, termasuk uji coba dan penilaian terhadap berbagai aspek teknis dan operasional. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar untuk menentukan apakah Maung Pindad layak digunakan sebagai kendaraan dinas dan apa saja perbaikan yang perlu dilakukan.
Selain itu, pemerintah juga perlu memberikan dukungan yang sama kepada industri otomotif nasional lainnya, baik yang memproduksi kendaraan penumpang, kendaraan komersial, maupun komponen otomotif. Dukungan ini dapat berupa insentif fiskal, kemudahan perizinan, akses terhadap pembiayaan, dan promosi produk di pasar domestik maupun internasional.
Dengan dukungan yang merata dan berkelanjutan, industri otomotif nasional dapat berkembang secara optimal dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian negara. Selain menciptakan lapangan kerja, industri otomotif juga dapat meningkatkan pendapatan negara melalui pajak dan devisa hasil ekspor.
Dalam konteks ini, instruksi Presiden Prabowo mengenai Maung Pindad dapat menjadi momentum untuk memperkuat industri pertahanan dan industri otomotif nasional secara bersamaan. Pemerintah perlu merumuskan kebijakan yang sinergis dan komprehensif untuk mendukung pengembangan kedua industri ini, sehingga mampu menghasilkan produk-produk berkualitas yang dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri dan bersaing di pasar global.
Selain itu, pemerintah juga perlu mendorong peningkatan kandungan lokal dalam produk-produk industri pertahanan dan otomotif. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan insentif kepada perusahaan yang menggunakan komponen lokal, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas pemasok komponen lokal.
Dengan meningkatkan kandungan lokal, industri pertahanan dan otomotif akan semakin mandiri dan tidak terlalu bergantung pada impor. Hal ini akan memperkuat ketahanan ekonomi negara dan mengurangi risiko terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang asing.
Secara keseluruhan, instruksi Presiden Prabowo mengenai Maung Pindad merupakan langkah yang positif untuk mendukung industri dalam negeri. Namun, keberhasilan implementasi kebijakan ini sangat bergantung pada dukungan yang komprehensif dan berkelanjutan dari pemerintah, serta partisipasi aktif dari seluruh pelaku industri. Dengan kerjasama yang baik, industri pertahanan dan otomotif nasional dapat berkembang secara optimal dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan bangsa.











