Amalan selawat tertentu diyakini dapat membuka pintu rezeki dan mempermudah segala urusan. Selawat ini juga dipercaya dapat menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Pengasuh Yayasan Al-Mu’afah, KH Rizqi Dzulqornain Al-Batawi, mengajarkan sebuah amalan selawat yang memiliki khasiat tersebut. Selawat ini dikenal dengan nama "Selawat Karimil Aba wal Ummahat," sebuah amalan yang kerap dilakukan oleh para ahli makrifah.
Lafaz selawat ini terbilang sederhana, namun keberkahannya diyakini luar biasa. Berikut adalah bacaan Selawat Karimil Aba wal Ummahat:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَرِيْمِ الْاٰبَاءِ وَالْاُمَّهَاتِ
Also Read
Allahumma Shalli wa Sallim wa Baarik ‘ala Sayyidina Muhammadin Kariimil-Aabaai wal-Ummahaat
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam serta keberkahan kepada pemimpin kami Nabi Muhammad SAW yang Beliau memiliki nasab mulia di jalur bapak dan jalur ibu sampai Nabi Adam dan semua orang yang beriman.
KH Rizqi Dzulqornain menjelaskan bahwa dengan mengamalkan selawat ini secara konsisten, seorang Muslim akan mendapatkan kecintaan dari Rasulullah SAW dan menjadi sebab terbukanya pintu rezeki. Beliau menyarankan untuk membaca selawat ini sebanyak 10 kali setiap pagi dan 10 kali setiap sore. Selain itu, dianjurkan pula untuk membaca selawat ini sebanyak 3 kali setiap selesai melaksanakan salat fardhu.
Keutamaan selawat ini juga pernah disampaikan oleh Al-Habib Husein Ba’agil Tuban dalam sebuah tausiyah yang diunggah di saluran Youtube pada Mei 2020. Beliau menyampaikan bahwa siapa saja yang mengamalkan selawat ini selama 40 hari, maka Allah SWT akan melancarkan ekonominya dan menjadikannya kaya raya.
Memahami Makna Selawat Karimil Aba wal Ummahat
Selawat Karimil Aba wal Ummahat memiliki makna yang mendalam dan mencerminkan penghormatan serta kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Berikut adalah penjabaran makna dari setiap bagian selawat ini:
-
Allahumma Shalli wa Sallim wa Baarik: Kalimat ini merupakan permohonan kepada Allah SWT untuk melimpahkan shalawat, salam, dan keberkahan kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat adalah bentuk penghormatan dan doa agar Allah SWT senantiasa memberikan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad SAW. Salam adalah doa untuk keselamatan dan kesejahteraan Nabi Muhammad SAW. Sedangkan keberkahan adalah permohonan agar Allah SWT melimpahkan keberkahan dalam segala aspek kehidupan Nabi Muhammad SAW dan umatnya.
-
‘ala Sayyidina Muhammadin: Kalimat ini menyebutkan nama Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin (Sayyidina) umat Islam. Penggunaan gelar "Sayyidina" menunjukkan rasa hormat dan pengakuan atas kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT yang paling mulia.
-
Kariimil-Aabaai wal-Ummahaat: Bagian ini merupakan inti dari selawat ini, yaitu menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW memiliki nasab yang mulia dari jalur ayah (Aabaai) dan ibu (Ummahaat). Kemuliaan nasab ini merujuk pada silsilah Nabi Muhammad SAW yang terhubung hingga Nabi Adam AS dan para nabi serta rasul lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW berasal dari keluarga yang terpilih dan memiliki garis keturunan yang terjaga kemuliaannya.
Mengapa Selawat Ini Dianjurkan untuk Mendatangkan Rezeki?
Terdapat beberapa alasan mengapa Selawat Karimil Aba wal Ummahat diyakini dapat mendatangkan rezeki:
-
Kecintaan kepada Rasulullah SAW: Mengamalkan selawat ini secara rutin menunjukkan kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam banyak ayat Al-Qur’an dan hadis, Allah SWT menjanjikan kebaikan dan keberkahan bagi orang-orang yang mencintai dan mengikuti Rasulullah SAW. Salah satu bentuk keberkahan tersebut adalah kemudahan dalam mencari rezeki.
-
Doa yang Mustajab: Selawat adalah bentuk doa yang sangat dianjurkan dalam Islam. Dengan berselawat, seorang Muslim memohon kepada Allah SWT untuk melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada Nabi Muhammad SAW. Doa yang tulus dan ikhlas, terutama yang ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW, memiliki potensi besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT.
-
Berkah dari Nasab yang Mulia: Selawat ini secara khusus menyebutkan kemuliaan nasab Nabi Muhammad SAW dari jalur ayah dan ibu. Dengan mengingat dan menghormati nasab yang mulia ini, seorang Muslim berharap mendapatkan berkah dan keberkahan dari Allah SWT. Keberkahan ini dapat berupa kemudahan dalam mencari rezeki, kesehatan, kebahagiaan, dan berbagai kebaikan lainnya.
-
Amalan Para Ahli Makrifah: Selawat ini dikenal sebagai amalan yang sering dilakukan oleh para ahli makrifah, yaitu orang-orang yang memiliki pemahaman mendalam tentang agama dan spiritualitas. Amalan yang dilakukan oleh orang-orang saleh dan dekat dengan Allah SWT diyakini memiliki keberkahan tersendiri.
Cara Mengamalkan Selawat Karimil Aba wal Ummahat
Berikut adalah cara mengamalkan Selawat Karimil Aba wal Ummahat sebagaimana yang dianjurkan oleh KH Rizqi Dzulqornain dan Al-Habib Husein Ba’agil Tuban:
-
Waktu yang Dianjurkan:
- 10 kali setiap pagi setelah shalat subuh atau setelah bangun tidur.
- 10 kali setiap sore setelah shalat ashar atau menjelang maghrib.
- 3 kali setiap selesai melaksanakan shalat fardhu (lima waktu).
-
Tata Cara:
- Awali dengan membaca basmalah (Bismillahirrahmanirrahim).
- Bacalah Selawat Karimil Aba wal Ummahat dengan khusyuk dan penuh penghayatan.
- Usahakan untuk memahami makna dari setiap kalimat yang diucapkan.
- Setelah selesai membaca selawat, panjatkan doa kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan dalam mencari rezeki, kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan dalam hidup.
-
Konsistensi:
- Amalkan selawat ini secara rutin dan konsisten setiap hari.
- Jika memungkinkan, amalkan selama 40 hari berturut-turut untuk mendapatkan hasil yang optimal, sebagaimana yang dianjurkan oleh Al-Habib Husein Ba’agil Tuban.
Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan
Meskipun Selawat Karimil Aba wal Ummahat diyakini memiliki banyak keutamaan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengamalkannya:
-
Niat yang Ikhlas: Amalkan selawat ini dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT, bukan karena mengharapkan pujian atau pengakuan dari orang lain.
-
Keyakinan yang Kuat: Yakinlah bahwa Allah SWT akan mengabulkan doa-doa kita dan memberikan kemudahan dalam mencari rezeki.
-
Diiringi dengan Usaha: Jangan hanya mengandalkan amalan selawat saja, tetapi juga harus diiringi dengan usaha yang sungguh-sungguh dalam mencari rezeki yang halal dan berkah.
-
Menjaga Diri dari Perbuatan Dosa: Hindari perbuatan-perbuatan dosa yang dapat menghalangi datangnya rezeki, seperti berbohong, menipu, korupsi, dan lain sebagainya.
-
Bersedekah dan Membantu Sesama: Perbanyak sedekah dan membantu orang-orang yang membutuhkan, karena sedekah dapat membuka pintu rezeki dan mendatangkan keberkahan dalam hidup.
Kesimpulan
Selawat Karimil Aba wal Ummahat adalah amalan yang diyakini dapat membuka pintu rezeki dan mempermudah segala urusan. Dengan mengamalkan selawat ini secara rutin dan konsisten, seorang Muslim berharap mendapatkan kecintaan dari Rasulullah SAW, keberkahan dari nasab yang mulia, dan kemudahan dalam mencari rezeki yang halal dan berkah. Namun, perlu diingat bahwa amalan selawat ini harus diiringi dengan niat yang ikhlas, keyakinan yang kuat, usaha yang sungguh-sungguh, dan menjauhi perbuatan-perbuatan dosa. Semoga dengan mengamalkan Selawat Karimil Aba wal Ummahat, kita semua dapat meraih keberkahan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.











