Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo telah mengambil langkah sigap dengan mengerahkan segenap sumber daya Polri, termasuk personel terlatih, sarana-prasarana modern, dan dukungan logistik yang memadai, untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam dahsyat di wilayah Sumatera. Tindakan cepat ini merupakan respons konkret terhadap instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya penanganan yang komprehensif dan terkoordinasi dalam menghadapi bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Komitmen Polri dalam operasi kemanusiaan ini mencerminkan keseriusan lembaga kepolisian dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti bencana alam. Kapolri Sigit menekankan bahwa Polri akan terus berupaya maksimal untuk meringankan beban penderitaan masyarakat yang terdampak, serta mempercepat proses pemulihan pasca-bencana.
"Jajaran Polri sesuai arahan Presiden menindaklanjuti dengan menurunkan bantuan untuk operasi kemanusiaan," tegas Kapolri Sigit dalam konferensi pers yang disiarkan melalui akun YouTube resmi BNPB Indonesia pada hari Minggu, 30 November 2025. Pernyataan ini menegaskan bahwa Polri tidak hanya memberikan bantuan secara reaktif, tetapi juga secara proaktif merespons kebutuhan mendesak masyarakat yang terkena musibah.
Also Read
Fokus utama dari operasi kemanusiaan ini adalah untuk menjangkau wilayah-wilayah yang paling parah terdampak bencana, termasuk daerah-daerah yang terisolasi akibat kerusakan infrastruktur dan aksesibilitas yang terbatas. Personel Polri yang terlatih khusus dalam penanganan bencana dikerahkan untuk melakukan evakuasi korban, memberikan pertolongan medis, mendistribusikan bantuan logistik, serta melakukan pengamanan dan penertiban di wilayah terdampak.
Selain itu, Polri juga mengerahkan berbagai aset penting seperti helikopter, pesawat terbang, dan kapal laut untuk mendukung operasi kemanusiaan ini. Helikopter digunakan untuk menjangkau daerah-daerah terpencil yang sulit diakses melalui jalur darat, serta untuk melakukan pemantauan udara dan pemetaan wilayah terdampak bencana. Pesawat terbang digunakan untuk mengangkut bantuan logistik dalam jumlah besar dan mempercepat proses distribusi ke berbagai titik pengungsian. Kapal laut digunakan untuk mengirimkan bantuan logistik ke wilayah-wilayah pesisir yang terdampak bencana, serta untuk melakukan evakuasi korban dari daerah-daerah yang terendam banjir.
Kapolri Sigit juga menekankan pentingnya koordinasi yang efektif antara Polri dengan berbagai pihak terkait, termasuk BNPB, pemerintah daerah, TNI, relawan, dan organisasi kemanusiaan lainnya. Koordinasi yang baik akan memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran, efisien, dan efektif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.
"Kami terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk memastikan bahwa bantuan yang kami berikan dapat bermanfaat maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan," ujar Kapolri Sigit. Koordinasi yang baik juga akan membantu dalam menghindari tumpang tindih bantuan, serta memastikan bahwa semua wilayah terdampak bencana mendapatkan perhatian yang sama.
Selain memberikan bantuan secara langsung kepada masyarakat yang terdampak bencana, Polri juga berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah terdampak. Personel Polri dikerahkan untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas seperti penjarahan dan pencurian, serta untuk mengatur lalu lintas dan memastikan kelancaran proses evakuasi dan distribusi bantuan.
"Kami juga fokus pada pengamanan wilayah terdampak bencana untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas dan memastikan bahwa masyarakat dapat merasa aman dan terlindungi," kata Kapolri Sigit. Kehadiran Polri di wilayah terdampak bencana memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, serta membantu dalam menciptakan kondisi yang kondusif untuk proses pemulihan pasca-bencana.
Kapolri Sigit juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan waspada, serta mengikuti arahan dari petugas yang berwenang. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu meringankan beban penderitaan masyarakat yang terdampak bencana, serta mendukung upaya pemulihan pasca-bencana.
"Mari kita bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Solidaritas dan kepedulian kita akan sangat berarti bagi mereka," imbau Kapolri Sigit. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial merupakan modal penting dalam menghadapi bencana alam, serta mempercepat proses pemulihan pasca-bencana.
Polri terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti bencana alam. Dengan mengerahkan segenap sumber daya yang dimiliki, Polri berupaya untuk meringankan beban penderitaan masyarakat yang terdampak bencana, serta mempercepat proses pemulihan pasca-bencana.
Dalam update terakhir mengenai korban banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, tercatat sebanyak 316 orang meninggal dunia. Bencana ini telah menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Oleh karena itu, Polri akan terus meningkatkan koordinasi dengan semua pihak terkait untuk memastikan bahwa penanganan bencana dilakukan secara komprehensif dan terkoordinasi.
Polri juga akan terus melakukan evaluasi terhadap penanganan bencana yang telah dilakukan, untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekurangan, serta untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam penanganan bencana di masa mendatang. Pembelajaran dari pengalaman penanganan bencana ini akan menjadi bekal penting bagi Polri dalam menghadapi tantangan bencana alam di masa depan.
Kapolri Sigit juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polri yang telah bekerja keras dan tanpa lelah dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam operasi kemanusiaan ini.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Polri yang telah bekerja keras dan tanpa lelah dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam operasi kemanusiaan ini," ujar Kapolri Sigit.
Polri akan terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas dalam penanganan bencana alam, melalui pelatihan, peningkatan sarana-prasarana, dan pengembangan sistem informasi yang terintegrasi. Dengan demikian, Polri akan semakin siap dan responsif dalam menghadapi tantangan bencana alam di masa depan.
Komitmen Polri dalam penanganan bencana alam ini merupakan wujud nyata dari semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Polri akan terus hadir di tengah-tengah masyarakat, memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik, terutama dalam situasi darurat seperti bencana alam.
Kapolri Sigit menegaskan bahwa Polri akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak bencana, serta siap untuk memberikan bantuan tambahan jika diperlukan. Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan waspada, serta mengikuti arahan dari petugas yang berwenang.
"Kami akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak bencana, serta siap untuk memberikan bantuan tambahan jika diperlukan. Saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan waspada, serta mengikuti arahan dari petugas yang berwenang," pungkas Kapolri Sigit.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Polri yakin bahwa masyarakat dapat melewati masa-masa sulit ini, serta bangkit kembali membangun kehidupan yang lebih baik. Polri akan terus mendampingi masyarakat dalam proses pemulihan pasca-bencana, serta memberikan dukungan yang dibutuhkan untuk membangun kembali kehidupan yang normal.












